Kanagarian Kamang Hilia di Agam, Ternyata Menyimpan Banyak Sejarah Perjuangan Rakyar Sumbar

AGAM – Kanagarian Kamang Hilia (Hilir) suatu nagari yang asri, sejuk dan pemandangan alamnya yang indah, secara geografis membujur sepanjang Bukit Barisan yang berada di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, berjarak sekitar 12 km dari Kota Bukittinggi.

Dalam catatan sejarah Indonesia, Kanagarian Kamang Hilia dikenal dengan “Perang Kamang 15 Juni 1908”, catatan sejarah inipun melekat di masyarakat, sehingga setiap tahun dirayakan sebagai tanda bukti otentik perjuangan rakyat Sumatera Barat terhadap kebijakan belasting (penerapan pajak) di jaman penjajahan Belanda.

Kepada MinangkabauNews.com, Walinagari Kamang Hilia, Khudri Elhami menjelaskan, peninggalan dari Perang Kamang tersebut adalah Makam Pahlawan dan Mushalla di Taluak Jorong IV Kampuang, serta tempat-tempat persembunyian pejuang-pejuang yang berada di goa-goa di perbukitan, menurut cerita orangtua dahulu, sepanjang Bukit Barisan itulah banyak terdapat goa-goa sebagai tempat persembunyian.

Dalam rangkaian menjelang memperingati hari bersejarah Perang Kamang 1908 setiap tanggal 15 Juni ini, terlebih dahulu mengadakan rapat bersama dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, pemuka adat, alim ulama serta pemuda paga nagari.

“Tentunya perayaan bersejarah tahun 2019 ini yang ke 111 tahun disesuaikan dengan pendapatan anggaran nagari Kamang Hilia, selain kegiatan yang wajib dilakukan berupa upacara peringatan Perang Kamang 1908, sabtu 15 Juni 2019, dilanjutkan malamnya renungan suci di makam pahlawan Perang Kamang dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan peringatan tersebut. Selain acara yang wajib dilakukan, juga akan diadakan pagelaran festival seni anak nagari dan bazaar UMKM,” terangnya.

Mengenai monument perjuangan Perang Kamang 1908 yang berada di Kota Bukittinggi tepatnya di depan Rumah Sakit Achmad Mochtar dan satu lagi ada di kawasan asrama Kodim 0304 Agam, ini akan juga dijadikan rangkaian suatu kegiatan memperingati perang Kamang, hal tersebut akan dirundingkan dalam pembahasan pertemuan nanti, ucap Khudir Elhami.

Kanagarian Kamang selain dikenal sebagai Nagari bersejarah perjuangan, juga dikenal sebagai kuliner khas yaitu kerupuk Kamang yang terbuat dari singkong, insdustri kerajinan perabot rumah tangga, dibidang perkebunan, dikenal limau Kamang (jeruk), durian, manggis, coklat dan di bidang pertanian, padi bareh kusuik yang lezat,

“Pengrajin pembuat kerupuk singkong yang terdata forum umkm Kamang Hilia sebanyak lebih kurang 350 orang tersebar di 17 Jorong Nagari Kamang Hilia, setiap tahun mengadakan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM pengrajin kerupuk, artinya yang kita inginkan satu terobosan bagaimana kerupuk Kamang bisa menembus pangsa pasar yang lebih besar, seperti halnya kuliner khas daerah lain. Dan tentang buah-buahan Kamang seperti jeruk, durian dan manggis kini sudah kualitas ekspor,” katanya.

Sedangkan mengenai pariwisata di Nagari Kamang, kini telah mulai dibanjiri wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk menikmati objek wisata di jorong Guguak Rang Pisang, ada juga objek wisata yang menggiurkan berupa goa, di dalam goa tersebut jika disorot senter, berkilap-berkilap dindingnya diterpa cahaya, Stalagmit dan Stalagtit itu berasal dari titisan air hujan yang mengalami proses ratusan tahun dan kini mengeras menjadikan tumpukan batu yang mengkilap, pungkas Khudir Elhami.�(Iwin SB)

SUmber : Minangkabaunews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *