TOT STORY TELLING : PENGUATAN PENDIDIKAN AWAL KERJASAMA DENGAN SDGs UNAND

Nagari Kamang Hilia melakukan kerjasama dengan SDGs (Sustainable Development Goals) Center Universitas Andalas, Prof. Elfindri. Kegiatan pelatihan ini tentang ToT (Training of Trainer) Story Telling dengan narasumber Instruktur York Inggris, Amanda Putri Wisuda.

TOT dilaksanakan pada Minggu, 01 Maret 2020 di Aula Kantor Camat Kamang Magek diikuti oleh Bunda PAUD, Guru TK/PAUD, Kader Posyandu dan perwakilan ibu yang memiliki balita tiap jorong Nagari Kamang Hilia.

Kegiatan dibuka oleh Khudri Elhami, S.Pt, Walingari Kamang Hilia. Dalam sambutan pembukaan, Walinagari berharap perwakilan tiap jorong dapat berbagi ilmu dan informasi yang diperoleh disampaikan kepada ibu yang memiliki balita lainnya.

Prof. Elfindri menyampaikan bahwa pondasi pendidikan anak pada usia 2 – 5 tahun. Pada masa inilah anak-anak mendapat pendidikan dari kedua orang tua di rumah. Oleh karena itu orang tua meningkatkan ilmu dan pengetahuan parenting, sehingga bisa diterapkan sejak dini di rumah. Ketika anak-anak mendapatkan pendidikan di sekolah, guru cukup mengembangkan kemampuan anak, karena pondasi dari rumah anak telah kokoh.

Amanda Putri Wisuda menyampaikan kepada para peserta ToT bahwa anak usia tiga tahun sudah memiliki kemampuan motorik yang jauh lebih halus dan lebih terorganisir sehingga orang tua dapat melakukan stimulasi. Beberapa perkembangan motorik halus yaitu dapat mencuci dan melap tangan sendiri, bisa makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri, bahkan mampu menyendok kuah dari mangkuk, bisa membawa wadah tanpa menumpahkan isinya, bisa mengenakan pakaian sendiri.

Cara menstimulasi motorik halus yaitu berikan buku gambar serta alat tulis dan pensil warna, lalu biarkan ia menggambar sesuka hatinya. Ibu juga bisa sekalian mengajarkannya cara memegang alat tulis dengan benar. Berikan buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik dengan membiasakan anak membaca buku sejak dini dapat memberikan banyak manfaat untuk dirinya di kemudian hari.

Sedangkan beberapa perkembangan motorik kasar yaitu sudah lancar berlari tanpa sering terjatuh, bahkan dapat berlari sambil menghindari hambatan, dapat berdiri seimbang dengan satu kaki dalam jangka waktu yang pendek, dapat naik turun tangga dengan kaki kanan dan kiri secara bergantian, mendarat dengan dua kaki.

Cara menstimulasi motorik kasar yaitu mengajak anak bermain di luar dimana tersedia banyak alat main yang menyenangkan seperti perosotan dan panjatan. Ketika Si kecil asik bermain di taman bermain, tanpa sadar ia akan sering melompat, naik tangga, memanjat, dan sebagainya yang akan mengasah kemampuan motorik halusnya. Selain bermain di taman bermain, ibu juga bisa mengajaknya bermain bola atau naik sepeda.

Pada pelatihan ini Amanda melakukan stimulasi motorik halus kepada warna yaitu story telling dengan buku cerita dengan gambar-gambar menarik, bernyanyi dengan beberapa balita dengan gerakan mengenalkan anggota tubuh, mewarnai gambar pada kertas yang telah disediakan untuk mengenalkan warna-wana kepada balita dan mengajarkannya cara memegang alat tulis dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *