LUCK DOWN

Hari ini saya bertandang ke beberapa pelaku usaha “karupuak kamang” yang merupakan usaha rumahan hampir 70% rumah tangga yg ada di Kamang Hilia..

Ini hal biasa yg saya lakukan diwaktu senggang kerja, kadang hanya sekedar silaturahmi atau hanya untuk mencicipi kapelo/ubi kayu yang telah diolah sebagai bahan dasar karupuak kamang..

Pemandangan berbeda saya temui hari ini, tak ada lapiak yang terhampar sebagai alas tempat pembuatan karupuak, tak ada “samia” yang biasa tersusun rapi sebagai media penjemuran karupuak, dan yang biasa paling saya suka ketika datang adalah aroma “kapelo tumbuak” yang sudah dicampur garam dan daun bawang.

“Karupuak ndak jalan nyiak wali, baa ka mambuek” itu kalimat yang spontan keluar dari mulut dunsanak yang dikunjungi.

Itulah gambaran terkini kondisi ekonomi garis bawah, sang penggerak dasar ekonomi negeri ini, bagi saya ungkapan “karupuak ndak jalan” sangat saya pahami artinya roda ekonomi berjalan separoh, pasnya lagi tiada pemasukan yang ada hanya “pitih kalua”..

Semoga semua ini cepat berlalu, sehingga mereka bisa “mambuek” lagi..

Tetap jaga diri, keluarga & lingkungan kita..

Sawah Nan Laweh, 2932020.

Panduko Kayo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *