Sarana Kesehatan

Kesehatan dan Lingkungan

Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta menciptakan lingkungan bersih dan sehat merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam proses pembangunan kesehatan masyarakat, hal ini didukung oleh program Nasional yang ditindak lanjuti program Pemerintah Kabupaten agam menuju agam sehat tahun 2010.

Untuk mewujudkan program Kabupaten tersebut diperlukan keterlibatan semua pihak yang terkait dimulai dari aparatur pemerintah daerah, pemerintah nagari terutama sekali dukungan dan peran aktif dari masyarakat, peran serta masyarakat dalam mendukung program kesehatan ini akan membawa pengaruh positif  kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Tabel. 1 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Nagari Kamang Hilia

No Jorong Poskesri Polindes Posyandu Dokter/Perawat Bidan
1 Koto Panjang 1
2 Dalam Koto 1
3 Dangau Baru 1 1 1
4 Batu Baraguang 1
5 Solok 1
6 Bancah 1
7 IV Kampuang 1
8 V Kampuang 1
9 Koto Nan Gadang 1
10 Binu 1
11 Balai Panjang 1
12 Guguak Rangpisang 1
13 Koto Kaciak 1
14 Nan VII 1 1
15 Pintu Koto 1
16 Ladang Darek 1 1 1
17 Joho 1 1
JUMLAH 1 2 17   3

Sumber : Hasil Pengolahan data oleh Tim Pendataan Nagari 2017

Tabel. 2 Data Penduduk Yang mendapatkan Pelayanan Dari Puskesmas Tahun 2017

No Jorong Jumlah Penduduk Jumlah KK WUS Bayi Balita Bumil
1 Koto Panjang 434 116 23 4 13 2
2 Dalam Koto 645 134 34 4 40 2
3 Dangau Baru 268 61 3 14
4 Batu Baraguang 283 66 19 4 19 2
5 Solok 239 60 6 1 12
6 Bancah 361 75 20 3 20
7 IV Kampuang 462 124 15 10 32 1
8 V Kampuang 267 76 4 1 18
9 Koto Nan Gadang 186 56 5 4 14
10 Binu 72 23 4 9 1
11 Balai Panjang 154 44 9 1 5
12 Guguak Rangpisang 201 73 7 1 13
13 Koto Kaciak 175 46 8 1 11
14 Nan VII 466 146 28 5 23 2
15 Pintu Koto 495 151 16 5 35
16 Ladang Darek 373 109 2 4 28
17 Joho 217 59 2 4 10
JUMLAH 5198 1473 205 52 316 10

 Sumber : Data Puskesmas Tahun 2017

Dari data diatas jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Nagari Kamang Hilia belum memadai, karena sarana dan prasarana yang ada masih terbatas, apalagi Posyandu yang ada kondisinya sangat memprihatinkan, dari jumlah 17 Posyandu, 58.82% menumpang diteras rumah penduduk dan belum ada satupun Posyandu yang representatif, sebagaimana yang dapat dilihat dari kegiatan kesehatan sebagai berikut :

  • Poskesri

Di Nagari Kamang Hilia pada tahun 2010 dibangun gedung poskesri yang pada saat belumlah berfungsi betul karena minimnya sarana dan prasarana pada poskesri tersebut dan tenaga medis yang cuma satu orang bidan, sehingga para masyarakat yang ingin berobat kesana tidak terlayani sebagaimana mestinya.

  • Polindes

Nagari Kamang Hilia terdapat 2 Polindes yang pertama terletak di Jorong Dangau Baru dan di Jorong Ladang darek kedua polindes tersebut sangat aktif untuk memberikan pelayanan kesehatan namun kondisi sarana dan prasarana sagat terbatas.

  • Posyandu

Selain sarana kesehatan yang ada seperti Puskesmas, postu, praktek  bidan  Nagari Kamang Hilia juga memliki Posyandu sebanyak 17 buah yang tersebar di tujuh belas jorong, posyandu yang ada memiliki kader yang aktif sebanyak 51 orang. Pelaksanaan Posyandu yang ada saat ini menggunakan kantor jorong, teras rumah penduduk. Dan belum mempunyai posyandu yang layak dan mandiri, tingkat partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan melalaui posyandu masih rendah

  • Kesehatan Lingkungan

Menjaga lingkungan yang bersih dan sehat merupkan salah satu upaya pencegahan dari berbagai gangguan kesehatan atau penyakit khususnya penyakit berbasis masyarakat atau terkait dengan lingkungan yang bersih dan sehat seperti Diare , keracunan, TBC, Infeksi saluran Pernapasan (ISPA) terutama pada balita, demam berdarah (DBD), malaria, rabies dan lain-lain.

Tingkat Kesadaran Penduduk akan pentingnya kesehatan lingkungan di Nagari Kamang Hilia belum memenuhi harapan hal ini terlihat dalam hal pengelolaan sampah, masih banyak kebiasaan masyarakat membuang sampah disembarang tempat atau ke alur banda, begitu juga disekolah-sekolah, karena belum adanya sarana umum seperti bak sampah.