Visi dan Misi

VISI, MISI, ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NAGARI, PRIORITAS RENCANA PEMBANGUNAN NAGARI

 

Demokratisasi memiliki makna bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Nagari, harus mengakomodasi aspirasi dari masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Nagari dan Lembaga Kemasyarakatan yang ada sebagai mitra Pemerintah Nagari yang mampu mewujudkan peran aktif masyarakat agar masyarakat senantiasa memiliki dan turut serta bertanggungjawab terhadap perkembangan kehidupan bersama sebagai sesama warga Nagari sehingga diharapkan adanya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penetapan kebijakan, program dan kegiatan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.

Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, maka untuk jangka waktu 6 (enam) tahun ke depan diharapkan empat bidang kegiatan Nagari, yaitu penyelenggaraan Pemerintahan Nagari, pelaksanaan pembangunan Nagari, pembinaan kemasyarakatan Nagari dan pemberdayaan masyarakat Nagari, dapat benar-benar mendasarkan pada prinsip keterbukaan dan partisipasi masyarakat sehingga secara bertahap Nagari Kamang Hilia dapat mengalami kemajuan, untuk itu dirumuskan Visi dan Misi.

4.1 VISI NAGARI

Visi merupakan suatu ungkapan dari suatu niat yang luhur untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Nagari Kamang Hilia sehingga 6 (enam) tahun ke depan Nagari Kamang Hilia mengalami suatu perubahan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan dilandasi semangat kebersamaan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan. Untuk mewujudkan hal itu, maka dirumuskan visi Nagari Kamang Hilia 6 (enam) tahun kedepan, yaitu:

 

“ TERWUJUDNYA NAGARI KAMANG HILIA NAN MANDIRI DAN MADANI MELALUI NAGARI MEMBANGUN ”

  • Mandiri, mengandung pengertian bahwa masyarakat Nagari Kamang Hilia mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri yang berbasis pada potensi keunggulan lokal.
  • Masyarakat Madani, mengandung makna masyarakat yang selalu memelihara perilaku yang beradab, sopan santun berbudaya tinggi, baik terhadap sesama manusia atau dengan alam sekitarnya dengan mengacu kepada nilai-nilai “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
  • Nagari Membangun, dengan pengertian bahwa menempatkan Nagari sebagai subyek pembangunan melalui pengakuan atas hak asal usul Nagari (rekognisi) dan kewenangan lokal berskala Nagari (subsidiaritas) yang menjadi dua asas utama pengaturan Nagari, dengan menitik beratkan pembangunan manusianya.
  • MISI
  1. Menciptakan tata kelola pemerintahan Nagari yang baik dan bersih berdasarkan prinsip demokratis, transparan, partisipatif, akuntabel serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
  2. Mengembangkan surau dan mesjid berorientasi mutu, sehingga surau berkembang menjadi pusat layanan unggulan yang menghasilkan generasi yang unggul dan berkualitas.
  3. Mewujudkan akses pendidikan yang meluas, merata dan berkeadilan bagi anak Nagari serta mendorong peningkatan kualitas lembaga pendidikan formal dan informal menuju Kamang Hilia sebagai Nagari Pendidikan.
  4. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat strategi 3 (tiga) daya :
  5. Pengembangan Lumbung Ekonomi Rakyat, yaitu pengembangan ekonomi masyarakat nagari sesuai potensi ekonomi nagari dengan mendorong semakin tumbuh dan berkembangnya pembangunan dibidang pertanian, peternakan, home industry, usaha mikro kecil dan menengah, koperasi, serta pariwisata, melalui penguatan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) dan lembaga ekonomi mikro lainnya.
    • Penguatan Jaring Komunitas Wiranagari, yaitu penguatan kapasitas lembaga dan kelompok masyarakat nagari dalam hal pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, dan kesadaran dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan penyelenggaraan pemerintahan nagari sehingga muncul Sumber daya manusia yang tangguh.
    • Pengembangan lingkar Budaya Nagari, yaitu pengembangan budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai pengikat solidaritas dan kegotongroyongan dalam seluruh sektor kehidupan Nagari.
  1. Meningkatkan pelestarian kerukunan kehidupan bernagari sesuai falsafah “ka mudiak sa antak galah, ka hilia sarangkuah dayuang, sasuai lahie jo bathin, sasuai muluik jo hati”.
  2. Mengembangkan jaringan kemitraaan Nagari dengan lembaga pemerintahan lainnya, organisasi perantau, dan mendorong peningkatan Kerjasama Antar Nagari serta lembaga profit dan non profit lainnya.